SELAMAT DATANG DI DINAS KESEHATAN KOTA PANGKALPINANG

Rabu, 18 April 2012

ANALISA DATA SPM TAHUN 2011


1.             Cakupan Desa / Kelurahan  Universal Child Immunization (UCI) (100%)
Pada Tahun 2011 jumlah kelurahan yang UCI adalah 32 Kelurahan atau realisasi capaian 88,89% dari jumlah 36 jumlah kelurahan yang ada. Ada penurunan cakupan bila dibandingkan Tahun 2010 yang jumlah kelurahan UCI 35 Kelurahan (97,2%) , belum tercapainya UCI di Kelurahan  antara lain disebabkan :
Ø  Data sasaran yang terlalu tinggi
Ø  Sebagian penduduk menolak dilakukan imunisasi pada anaknya
Ø  Bukan penduduk Pangkalpinang, tapi kelahiran memakai alamat Pangkalpinang.
Adapun Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk meningkatnya cakupan program Imunisasi adalah sebagai berikut :
Ø  Pertemuan Secara Berkala PWS Imunisasi
Ø  Sweeping Cakupan Imunisasi ke Kelurahan
Ø  Supervisi Program Imunisasi ke Puskesmas
Ø  Pengadaan Vaksin / Logistic Program Imunisasi

2.             Cakupan Penemuan dan Penanganan  Penderita Penyakit.
a.       Angka “ Acute Flaccid Paralysis “ (AFP) pada anak usia < 15 thn per 100.000 anak ( 2 ‰)
Pada Tahun 2011 kasus yang ditemukan  2 kasus (3,81/100.000) dibandingkan dengan penemuan AFP pada tahun 2010 (1 kasus) terjadi peningkatan penemuan. Target indicator tahun 2011 ( 2 / 100.000 penduduk) sudah tercapai.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan program adalah sebagai berikut :
Ø  Melaksanakan Surveylans Aktif oleh petugas Dinkes Kota ke PKM dan RS
Ø  Pelacakan Kasus AFP ke RS
Ø  Pertemuan Evaluasi secara berkala Surveylans PKM/RS

b.      Penemuan penderita Pneumonia pada tahun 2011 sebanyak 435 orang (24,89 %), masih di bawah target indicator 2011 ( 100 %) . Bila dinadingkan dengan penemuan tahun 2010, ada peningkatan penemuan penderita Pneumonia Balita pada tahun 2011
      Belum tercapainya target program antara lain disebabkan :
ü  Diagnosis untuk penemuan penderita pneumonia belum sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan di beberapa Puskesmas.
ü  Klinik MTBS di beberapa Puskesmas tidak berjalan secara optimal.
Walaupun demikian semua balita pneumonia yang berkunjung ke Puskesmas sudah 100% mendapat penanganan sesuai ketentuan.
Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan cakupan program antara lain :
Ø  Monitoring dan Evaluasi Program ISPA
Ø  Pengadaan obat – obatan dan logistic
c.       Penemuan Penderita TB BTA Positif  (100 %)
Penemuan penderita TB BTA Positif pada Tahun 2011 sebanyak 236 penderita (84,29%), ada penurunan penemuan dibandingkan dengan penemuan pada tahun 2010 sebanyak 239 penderita (90,32%).
Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mendukung keberhasilan program adalah sebagai berikut :
Ø Supervisi wasor setiap triwulan ke Unit Pelayanan Kesehatan (9 PKM, 3 RS)
Ø Pertemuan Monitoring dan Evaluasi program TB Paru
Ø Pelatihan Petugas/Pengelola Program TB oleh Dinkes Provinsi
Ø Pelatihan Petugas mikroskop oleh Dinkes Provinsi
Ø Pelacakan dan Pemeriksaan kontak penderita TB Paru BTA Positif
Ø Pelacakan penderita mangkir, penderita TB pari BTA Positif
Ø Pengadaan sarana dan prasarana (obat – obatan dan logistik)


d.      Penderita DBD yang ditangani (100%)
Setiap penderita DBD yang berkunjung ke Puskesmas ditangani secara baik, apabila penderita tidak dapat ditangani di Puskesmas dirujuk ke RS.
Pada Tahun 2011 penderita DBD berjumlah 51 orang dan semua penderita yang ditemukan sudah ditangai sesuai dengan prosedur. Terjadi penurunan penemuan penderita DBD dibandingkan dengan tahun 2010 dengan jumlah 77 orang.
Adapun beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dalam menunjang keberhasilan program antaralain sebagai berikut :
Ø  Melaksanakan standar penatalaksanaan kasusu sesuai dengan SOP
Ø  Melaksanakan penyelidikan epidemiologi pada wilayah tersangka / kasus
Ø  Melaksanakan fogging focus
Ø  Melaksanakan PJB dan Abatisasi Selektif secara berkala setiap triwulan
Ø  Melaksanakan Pertemuan Evalusai secara Berkala Pokjanla DBD tingkat Kota dan Kecamatan

e.       Penemuan penderita Diare (100%)
Pada tahun 2011 penderita  Diare yang berkunjung ke Puskesmas berjumlah 1.496 penderita (41,31%), ada penurunan penemuan dibandingkan tahun 2010, yaitu sebanyak 3671 penderita (56%) belum tercapainya indikator program antara lain disebabkan oleh :
Ø  Definisi operasional Diare di Puskesmas tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan
Ø  Penemuan penderita Diare tidak melibatkan kader
Walaupun demikian seluruh penderita Diare (100%) yang berkunjung ke Puskesmas sudah diberikan penanganan sesuai dengan Standar Operasional.



Adapun kegiatan yang telah dilakukan untuk mendukung keberhasilan Program antaralain sebagai berikut :
·         Penatalaksanaan kasus Diare di Puskesmas sesuai dengan SOP yang terbaru (Pemberian tablet Zink)
·         Melaksanakan Bimbingan teknis ke pengelola program Diare
·         Pengadaan pojok oralit oleh Puskesmas
·         Pengadaan obat – obatan dan logistic
·         Rujukan kasus
f.       Penderita Malaria ditangani (100%)
Setiap penderita Malaria yang berkunjung ke Unit Pelayanan Kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) telah mendapatkan penanganan dengan penatalaksanaan kasus sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan.
Pada Tahun 2011 total penderita Malaria positif yang berkunjung ke Puskesmas berjumlah 179 orang (1,02/1000), ada penurunan penderita dibandingkan tahun 2010 sejumlah 229 orang (1,5/1000).
Pada tahun 2011 adanya penurunan angka penemuan kasus Malaria, ini menunjukkan keberhasilan program Malaria dalam rangka menurunkan angka kesakitan Malaria dengan target indicator 2/1000.
Adapun kegiatan yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan program sebagai berikut :
Ø  Peningkatan penemuan penderita dengan penegakan diagnos konfirmasi laboratorium dan tatalaksana kasus Malaria dengan pengobatan obat anti Malaria yang adekuat (ACT)
Ø  Pelaksanaan Pencegahan Malaria terhadap Bumil dengan melakukan screening Malaria
Ø  Croscheck sediaan darah Malaria positif (semua sediaan darah positif dan 5% sediaan darah negative)



Ø  Supervisi, monitoring dan evaluasi program Malaria di Puskesmas
Ø  Pengendalian Vector Malaria dengan penyemprotan rumah pada daerah endemis malaria yang tinggi.
Ø  Pemberian kelambu pada Bumil, Bayi, Balita dan Masyarakat di wilayah endemis Malaria yang tinggi.
Ø  Pengadaan logistic dan obat – obatan program malaria.
3.      Cakupan Desa / Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan Epidemiologi < 24 jam. ( 100 %)
       Pada Tahun 2011 terjdi KLB di 3 Kelurahan, ada penurunan  di bandingkan pada tahun 2010 terjadi KLB di 27 Kelurahan. Kelurahan yang terjadi KLB 100% dilakukan penyelidikan  epidemiologi < 24 jam.
Adapun kegiatan yang dilakukan untuk menunjang program antara lain :
Ø  Mengaktifkan progam surveylans petugas ke RS dan PKM
Ø  Melaksanakan pertemuan dengan petugas surveylans PKM / RS
Ø  Penanggulangan kasus dengan melakukan pelacakan penderita dan pengobatan penderita
Ø  Melaksanakan fogging focus
Ø  Melaksanakan kegiatan penyelidikan epidemiologi.
Ø  Pengambilan dan pemeriksaan specimen.




3 komentar: